Fenomena bed rotting semakin popular di kalangan anak muda. Umumnya, fenomena tersebut dikaitan dengan bentuk self care atau merawat diri. Namun, apa sebenarnya maksud dari bed rotting itu sendiri?.
Apakah tren tersebut benar-benar bentuk dari perawatan diri? Bagaimana pendapat para pakar? Anda dapat memahami istilah tersebut lebih mudah pada artikel berikut ini. Mari simak pembahasannya!
Apa Itu Bed Rotting?

Bed rotting merupakan fenomena yang merujuk pada kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di atas tempat tidur. Anda mungkin lebih familiar dengan istilah mager (malas bergerak) atau berleyeh-leyeh.
Umumnya, orang yang melakukan bed rotting di atas tempat tidurnya menghabiskan waktu untuk menonton televisi, scrolling media sosial, ataupun sekadar menyantap cemilan. Praktik ini sering dilakukan oleh Gen Z, karena dianggap sebagai bentuk self care.
Namun, ternyata beberapa pakar psikologi menjelaskan bahwa aktivitas bed rotting bukan bentuk dari merawat diri. Terlebih jika intensitasnya sangat tinggi hingga sampai berhari-hari, karena berisiko mengganggu kesehatan mental Anda.
Walaupun begitu, Anda tak perlu khawatir. Bed rotting dapat menjadi aktivitas merawat diri jika dilakukan dengan tepat. Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikutnya!
Bed Rotting Bentuk dari Self Care, Jika…
Sah-sah saja jika Anda ingin melakukan aktivitas bed rotting sebagai bentuk merawat diri. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar tidak kebablasan dan merujuk pada gangguan kesehatan mental.
Berikut cara agar bed rotting Anda efektif dan menjadi cara untuk merawat diri dengan tepat:
1. Membaca Di Atas Kasur
Kurangi penggunaan gadget saat di atas kasur dan alihkan dengan hal-hal produktif. Misalnya, membaca buku self-help atau buku dengan genre lain yang Anda sukai.
Fokus membaca buku akan bermanfaat bagi otak untuk beristirahat sekaligus rileks. Lalu, disarankan selama membaca buku Anda tidak berkutat dengan gadget.
2. Beraktivitas Meditasi
Selain membaca buku, hal yang dapat Anda lakukan di atas kasur dan menjadi self care yang berguna adalah meditasi. Anda dapat melakukan yoga sebagai cara untuk lebih fokus dalam berkomunikasi dengan tubuh dan pikiran.
Bermeditasi di atas kasur minimal 15 menit dalam sehari tidak hanya membuat Anda lebih mindful, tetapi juga mencegah dari gangguan kesehatan mental.
3. Tidak Tidur Terlalu Lama
Bed rotting erat kaitannya dengan leyeh-leyeh di atas kasur. Namun, seperti banyak hal, sebaiknya Anda tidak melakukannya secara berlebihan.
Karena terlalu berlebihan saat bed rotting dapat berisiko meningkatkan gangguan mental. Sehingga yang tadinya Anda ingin melakukan self care, justru berbalik menjadi hal yang destruktif.
Jadi, pertimbangkan untuk tidak tidur terlalu lama dan seimbangkan dengan aktivitas yang produktif jika Anda ingin seharian di atas kasur.
4. Jangan Dilakukan Setiap Hari
Kegiatan bermalas-malasan di kasur memang bentuk dari self care. Namun agar efektif, sebaiknya Anda tidak melakukannya setiap hari. Misal, Anda ingin bermalas-malasan di atas kasur setelah seharian beraktivitas atau bersosialisasi.
Jika Anda merasa ingin terus berdiam diri di atas kasur sampai berhari-hari, sebaiknya Anda mulai untuk memperhatikan kesehatan mental Anda.
5. Seimbangkan dengan Aktivitas Outdoor
Menyeimbangkan kegiatan bed rotting dengan aktivitas outdoor dapat menjadi bentuk perawatan diri yang tepat. Misal, Anda tidak lupa untuk rutin berolahraga dan bersosialisasi di luar rumah.
Jika kegiatan indoor dan outdoor seimbang, maka kesehatan mental Anda akan terjaga. Tidak ada lagi bermalas-malasan, yang ada hanya bentuk merawat diri untuk fisik dan mental yang lebih sehat.
Kesimpulannya, Anda tetap dapat membuat kegiatan bed rotting bermanfaat jika melakukan hal-hal di atas. Pertimbangkan untuk tidak terlalu sering untuk bermalas-malasan di atas kasur.
Jika Anda merasa tidak bersemangat, mungkin saatnya Anda untuk melakukan aktivitas lain sebagai bentuk self care. Mari jaga terus kesehatan fisik dan mental Anda!
Baca Juga : Simak Ini 5 Fakta Trend Fashion Y2K yang Dipakai Idol Kpop








